Sabtu, 28 Juli 2012

Cara mengapur Tanah Asam


Setelah tanah yang akan ditanami diukur derajat keasamannya dan ternyata hasilnya asam maka perlu dilakukan adalah menentukan kebutuhan untuk tanah tersebut.
Hal pertama yang dilakukan ialah menentukan pH tanah yang akan dibuat, misalnya pH     6,5 – 7.  Umumnya untuk tanah kering yang biasa ditanami dibutuhkan 4 ton/ha kapur tani “Plus” Putra Lestari. Untuk tanah gambut dibutuhkan sekitar 19 ton/ha. Memang angka pastinya belum ada. Namun, angka kebutuhan tersebut dapat dijadikan patokan. Kuncinya ialah makin asam tanahnya maka banyak kebutuhan kapurnya. Sekarang bagaimana kalau lahan yang ada kurang dari satu hektar? Tentu saja kebutuhan kapurnya kurang dari dosis per hektar atau sesuai dengan luas lahan. Misalnya, luasnya hanya 1.000 m2 maka kebutuhan kapurnya hanya 400 kg atau 1/10 dari dosis kapur tani “Plus” Putra Lestari” untuk menetralkan tanah tersebut.
Tabel dosis kapur tani “Plus” Putra Lestari untuk menetralkan tanah asam
pH Tanah
Dosis kapur tani “Plus” Putra Lestari (ton/ha)
4,0
10,24
4,1
9,76
4,2
9,28
4,3
8,82
4,4
8,34
4,5
7,87
4,6
7,39
4,7
6,91




pH Tanah
Dosis kapur tani “Plus” Putra Lestari (ton/ha)
4,8
6,45
4,9
5,98
5,0
5,49
5,1
5,02
5,2
4,54
5,3
4,08
5,4
3,60
5,5
3,12
5,6
2,65
5,7
2,17
5,8
1,69
5,9
1,23
6,0
0,75

Setelah kapur disiapkan, pekerjaan selanjutnya adalah mempersiapkan lahannya. Lahan harus dibersihkan dari rumput atau tanaman pengganggu. Setelah itu, tanahnya dicangkul merata. Hal ini dimaksudkan agar kapur yang nantinya diberikan dapat menunjukkan manfaatnya.
Kalau lahan sudah dicangkul, pekerjaan selanjutnya dalam hal pengapuran ini adalah membagi lahan menjadi beberapa petak. Tujuannya adalah agar pemberian kapur dapat merata ke seluruh lahan. Agar benar-benar merata, pembagian lahan ini disesuaikan dengan jumlah kapur yang akan diberikan. Misalnya, lahan yang akan dikapur membutuhkan 4 ton kapur per hektar. Kalau setiap karung kemasannya berisi 25 kg maka jumlahnya ada 160 karung. Agar pembagiannya merata maka lahan dapat dibagi menjadi 40 petak. Setiap petak yang berukuran 250 m2 mendapat jatah kapur sebanyak 4 karung. Dengan cara ini maka pemerataan kapur di lahan akan lebih baik dan mudah. Untuk batas setiap petak, dapat dibuat dari ajir dan tali rafia.
Agar cepat selesai, pengapuran pada tanah yang cukup luas dapat dilakukan oleh tenaga kerja tambahan. Namun, hal ini tidak mutlak karena dapat saja dikerjakan sendiri kalau memang biayanya kurang, yaitu dengan cara digarap petak demi petak.
Jika lahannya sudah disiapkan, apakah pengapuran sudah boleh dilakukan? Pengapuran jangan dulu dilakukan, tetapi harus diperhatikan dahulu cuacanya. Kalau lagi hujan, pengapuran ditunda dulu. Pengapuran paling baik dilakukan menjelang musim hujan atau setelah musim kemarau.
Untuk memudahkan pengapuran, kapur sebaiknya dimasukkan dalam ember plastik agar mudah dibawa. Selanjutnya penaburan kapur dapat dilakukan. Cara penaburannya dapat langsung dilakukan dengan tangan seperti halnya memupuk tadi. Tangan dikibarkan-kibarkan ke kiri dan kanan secara bergantian. Selain dengan tangan, penaburan kapur dapat menggunakan tempurung kelapa atau kaleng bekas.
Setelah kapur ditabur, pekerjaan selanjutnya adalah mengolah atau mencangkuli seluruh lahan agar kapur cepat bereaksi dengan tanah. Bila sudah diolah, biarkan tanahnya selama 2-3 minggu. Selanjutnya lahan tersebut sudah siap ditanami.
Sekarang, bagaimana caranya mengapur lubang tanam kalau dilahan tersebut ingin ditanami buah? Pengapuran pada lubang tanam ini sangat mudah, asalkan sabar melakukannya. 

Oleh karena dosis kapur adalah 4 ton per hektar maka dosis untuk setiap untuk setiap meter lahan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

                             4.000  kg
                       -------------- = 0,4 kg/m2
                           10.000 m2

Biasanya lubang tanam untuk tanaman buah dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m dan dalam   60 – 100 cm. Untuk keperluan lubang tanam seluas itu maka dibutuhkan kapur sebanyak dua kali dosis anjuran untuk setiap mter persegi, yaitu 0,8 kg/lubang atau dapat dibulatkan menjadi       1 kg/lubang. Di samping sebagai bahan untuk meningkatkan pH, penggunaan kapur ini pun dimaksudkan sebagai buffer dalam tanah sehingga kemasamannya stabil. Sebagai pupuk, kapur dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk itu, perlu dosis pupuk  2 – 3 kali anjuran.
Diagram hubungan antara derajat keasaman tanah dengan jenis tanaman yang sesuai pada
keadaan tanah tersebut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar